-->

Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon Melaju Semifinal All England 2017

Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon

Bagi Info - Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon maju ke babak semifnal setelah mengalahkan ganda China, Chai Biao/Hong Wei di perempat final All England 2017.

Bermain di Barclaycard Arena, Sabtu (11/03/2017) dini hari, Kevin/Marcus menumbangkan Chai/Hong dengan skor 21-16, 21-18 dengan tempo 35 menit. Kevin/Marcus mendapat momen berharga ketika kedudukan 16-16, dengan permainan menawan, pasangan yang menjuarai Denmark Super series 2016 itu menutup set ini dengan skor 21-16.

Kevin/Marcus memulai set kedua sempat lengah sehingga harus tertinggal 6-11 dan 10-16. Namun, perolehan angka Chai/Hong terhenti di angka 16 sebaliknya Kevin/Marcus terus melaju hingga bisa menyamakan angka 16-16.

Dengan fantastis, perolehan angka Kevin/Marcus tidak terbendung hingga akhirnya ganda peringkat lima dunia itu menutup perlawanan Chai/Hong di set kedua dengan skor 21-18. Di babak semifinal, Kevin/Marcus akan menunggu pemenang pertandingan antara Mads-Conrad Petersen/Mads Pieler Kolding asal Denmark atau Lu Kai/Zheng Siwei dari China.

Kevin/Marcus menjadi satu-satunya wakil Indonesia di semifinal karena langkah ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir harus terhenti di All England Open 2017 di babak perempat final. Mereka kalah tiga game dari Chris Adcock/Gabrielle Adcock dengan skor babak pertama 21-16, ke dua 19-21 dan ke tiga 12-21.

Tontowi/Liliyana mengawali game pertama dengan penampilan yang positif. Mereka berhasil melaju dengan memberikan kemenangan. Namun, masuk ke set dua, keadaan berbalik. Tontowi/Liliyana justru harus terus berada di bawah bayang-bayang Adcock/Gabrielle, dan tertinggal 0-7 lalu dan 4-11. Tak menyerah begitu saja, Tontowi/Liliyana secara perlahan mulai menyamakan kedudukan. Hingga akhirnya mereka balik unggul 19-17 dari lawan. Sangat di sayangkan setelah itu, empat poin berturut justru direbut Adcock/Adcock. Tontowi/Liliyana pun kalah 19-21.

“Set ke dua sayang sekali kami tidak bisa ambil padahal sudah unggul 19-17. Harusnya saya main panjang-panjang, tapi saya malah main halus, jadinya ketebak sama lawan. Empat poin saya yang bikin mati. Itu cukup berpengaruh dalam permainan kami berikutnya,” ujar Ahmad Tontowi.

“Kuncinya memang ada di game kedua. Karena setelah ketinggalan dan balik mengejar, permainan kami sebenarnya sudah balik enak di lapangan. Di situ empat poin beruntun berpengaruh sekali buat kami,” kata Liliyana sembari menambahkan.

Pada set penentu, pasangan Indonesia ini hanya bisa unggul di poin awal saja, dengan 3-0 dan 4-3. Namun poin-poin setelahnya, Tontowi/Liliyana kembali ditekan oleh lawan. Mereka mengaku tak bisa mengembangkan permainannya, meski telah berusaha.

“Di game ketiga kami nggak mau lengah dan kalah begitu saja. Kami tetap mencoba bangkit. Tapi lawan sudah lebih in dan percaya diri. Jadi berapa kali kami mencoba, tetap tertekan terus, nggak bisa keluar dari permainan lawan,” jelas Liliyana.

“Game ketiga mereka sudah lebih percaya diri. Dan kami juga mainnya lambat,” tambah Ahmad Tontowi.

Kekalahan Tontowi/Liliyana di babak perempat final, menyamai pencapaian mereka tahun lalu di turnamen ini. Pada All England 2016, Tontowi/Liliyana juga dikalahkan Adcock/Gabrille di delapan besar.


“Nggak ada pengaruhnya penampilan kami hari ini dengan hasil tahun lalu. Toh dua pertemuan terakhir juga kami bisa menang. Cuma karena kesalahan di game kedua, jadinya kami balik tertekan,” kata Liliyana mengakhiri percakapan.

Berlangganan artikel terbaru via email:

0 Response to "Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon Melaju Semifinal All England 2017"

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung, semoga bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel